August 21, 2011

Pengalaman pertama naik pesawat

Haha.. Mungkin kalian bilang aku pasti katrok kali ya. Hahaha... Maaf la ya, saya kan hanya ingin berbagi cerita.
Begini kronologisnya...

Tanggal 8 Agustus 2011 saya membooking tiket Lion Air dengan tujuan Medan dari Pekanbaru tanggal 11 Agustus 2011, saat itu aku beli tiket promo seharga 290rb termasuk pajak. Yang biasa harga normalnya 324rbu blm pajak.
 

tiketku semula


Itu saya bayarkan via ATM. Tapi karena ada hal yang harus aku lakukan dan itu sangat penting yaitu pendaftaran kembali ke Fakultas masing2 (maklum la MaBa) jadinya saya mengundurkan keberangkatan menjadi tanggal 19 Agustus 2011 dengan membayar lagi 94rbu ke counternya di bandara. L



setelah pengunduran 

Yap, hari H pn tiba. Dari Rumbai aku naik ojek menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. 







Dengan PD-nya aku masuk ke pintu keberangkatan. Dicek tiketnya. Barang2 bawa-an melewati mesin sensor, dan aku melewati pintu detector kemudian badan saya dijamah-jamah (

wkwkwk) oleh polisi yang berjaga.

Setelah selesai proses itu, aku sempat bingung. Mati la aku cemana lagi, seingatku yang kubaca-baca di internet yang harus aku lakukan selanjutnya adalah menukarkan e-tiketku dengan tiket boarding. Istilah ini namanya Check-In. Dalam benakku pasti ada tuh counter2 maskapainya. Kuliat ada banyak counter disitu dan kubaca satu persatu. Yess!! Itu dia rupanya. Counternya ada di counter 1 paling kiri. Kubaca dilayar monitornya. Lion Air. Open. Medan. Jadi intinya, check-in tujuan Medan udah di buka. Dengan santainya aku jalan (
biar gak pala keliatan katro’-nya hehe) ke counternya dan menukarkan tiketku. Aku mau bilang “mbak, tolong bangku di samping jendela ya” . Eh, baru mo kubilang dia udah ngetik2 dan tririririk triririrk. Tiket ku kluar. Ck! Pasti gak didengarnya itu tadi.

Kubaca tiketku. (
sorry ya tiket boardingnya dah tahh kmana.. jadi gak bisa ngasi tunjuk)
Name Zebua Zakaria
Flight JT-294
From Pekanbaru
To Medan
Seat 11-C
Boarding 18.00
Gate nya kosong gak di kastw gate berapa

Trus  habis aku baca, ku ikuti orang yang didepanku tadi kemana. Rupanya dia ke counter lagi tapi ke counter lain. Ngapain lagi pikirku. Ohh.. rupanya bayar pajak bandara. 30ribu. Ok la, aku kasih tunjuk tiket boarding, aku bayar, dan stiker pajak bandaranya di tempel di belakang tiket. Trus kemana lagi ni?? Ohh.. Ada petunjuknya. Kelantai 2 di boarding room untuk nunggu pesawatnya. Tiket kita disensor lagi. Tapi gak kuperhatikan yang disensor yg mana?? Yang tiket boarding ato stiker pajak. Trus sama kyak masuk kepintu keberangkatan. Diriku dan barang bawa-anku di sensor lagi.

Dah selesai dah urusan ini itu, tinggal nunggu pesawatnya.
Aku masih bertanya-tanya kira2 aku nanti duduk dimana? Tengah? Pinggir jendela? Ato malah di pinggir tempat orang lalu lalang?
Kuliat masih jam 16.42 . Beghh masi lama lagi la ni. Bolak balik kudengar suara laki-laki dari speaker. Ting ning ning ning. “Kepada para pengunjung yang memarkirkan kendaraannya diareal bandara untuk segera dipindahkan ketempat yang telah disediakan
” Trus itu ituuuuu aja. Beberapa saat kemudian terdengar gemuruh dari kejauhan. Bersamaan dengan mendaratnya pesawat, bunyi speakernya. Ting ning ning ning. ”Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan bla bla bla dari Jakarta telah mendarat. Terima kasih.” Kemudian disusul bahasa Inggrisnya. Dah tah berapa pesawat yang landing dan take off. Dari tadi pesawat Lion Air JT-294 ini kemana sih?? Kok gak kedengeran kabarnya.
Sementara mo buka puasa. Pengen beli tapi takut mahal2. Yodalah beli minum aja. Ternyata oh ternyata. Betul! Aku beli teh botol sosro dan buavita yang kotak. TOTAL RP 16 ribu. Gilaaaa coyy.. !!  Yodalah.. Daripada gak minum. Bunyi tanda peringatan, Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-294 dari Jakarta telah mendarat. Huffttt.. akhirnyaa... Itu dia pesawatnya.

Aku pindah tempat duduk yang dekat dengan pesawatnya. Pesawatnya parkir diGate 2. Bunyi peringatan lagi. Ting ning ning ning “Bagi para kaum muslim yang menjalankan ibadah puasa, pihak bandara menyediakan makanan berbuka yang terletak di bla bla bla dan bla bla bla.” Woww!! Baguslah, langsung la aku bergegas, wkwkwkwk. Disuruh pilih. Kurma ato kotak yang satu lagi. Tapi karna kotaknya besar, aku ambil yang kotak. Hahahaha....
Isinya kue coklat 1 bgks, bika ambon 1 ptg, kue lapis 1 ptg, dan 1 cup air mineral. Lumayan la.
Dan suara seksi bunyi lagi, katanya udah buka. Alhamdulilah.. Plong juga perut dan kerongkongan.

Kuliat jam dihape 18.46 Weww.. dah jam sgini blom lagi. Ckckckc
Selang agak lama dan aku gak liat dah jam berapa. Suara seksi bilang “Para Penumpang Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-294 tujuan Medan untuk segera naik kepesawat melalui pintu 2. Terima Kasih”  Aku ikut berbaris dan turun kelantai 1 dan menunjukkan tiketnya, tiketnya di robek sampingnya. Kemudian dengan lari-lari kecil aku naik kepesawat dari tangga di bagian depan.

Shitt!! Betul kan?? Perkiraanku?? Aku duduk paling pinggir. T_T
Yaudalah kapan2 bisanya itu.
Yang di dekat jendela itu yang A ato F.


Pesawatnya jalan dan putar balik. Sementara pramugarinya ngasi petunjuk ini itu. Biasa la, prosedur penerbangan. Nanya2 hapenya udah dimatikan pak?
Aku kencangkan seat-belt dan baca2 majalah pas pramugarinya lagi berpose-pose. Wkwkwkwk.
Terdengar suara samar2 dari speaker, bilangkan berapa lama katanya 50 mnit untuk sampai ke Polonia, ketinggian terbang berapa, ini itu.. segala macam la.

Pesawatnya mulai bergemuruh, lampu kabin diredupkan. Redupp kali, udah kayak gelap la. Aku kira gini. Pesawatnya jalan  perlahan trus lama2 kencang dan naik. Eh salah rupanya.

Pesawatnya bergemuruh dan berdesing kayak gasing.
Dari posisi duduk tenang tiba2 aku tersentak kebelakang. Alamak kayak jet rupanya, langsung kencang.
Wussssssssssssssssshhhhhhhhhh....


Hitungan beberapa detik. Aku liat lorong kabinnya itu miring keatas 45derajat.
Aku liat jendela, kayak mimpi rasanya.. Aku dah diatas. Terlihat gemerlap lampu2 jalan Pekanbaru dari atas. Tapi hitungan beberapa detik, mulai gelap. Keliatan kali kalo Pekanbaru itu belum padat
. WKAKAKAK. Pesawatnya masih belum stabil, sikit2 belok. Kadang sampai miriiiinng kali. Ngeri2 sedap la.
ketika sampai diatas aku sempat heran, kabut2 putih apa sih yang diluar itu, oalahhh.. aku baru sadar kalo itu awan. Ihh.. ngeri rasanya menembus awan.. Pesawatnya goyang2. Telinga ku rasanya kayak kemasukan air. Mungkin karna perbedaan tekanan udara dan gravitasi ya??

Beberapa menit kemudian pesawatnya dah stabil. Lampu kabin di hidupkan lagi. Terang-benderang. Didepan aku malah makan CFC. Kampret la, buat ngiler aja. Seat belt dah bisa dibuka dan bisa ketoilet.
Pramugarinya jualan makanan. Haha.. aku nyengir dalam hati. Oalah kak kak! Wkwkwk “permisi.. permisi ada yang mau dibeli”. Gelik aku dengernya.

Dengan posisi pesawat yang dah datar, aku coba untuk tidur2 sejenak.
gak lama.. Eh.. katanya dah mau nyampe di Polonia. What?? Cepat kali? Baru juga tidur2-an bentar.
“Kencangkan sabuk pengaman Anda, sebentar lagi kita akan tiba di Bandara Internasional Polonia Medan.”

Dari atas keliatan Medan itu sumpek! Belum nyampe aja. Lampu2 dah terbentang luas dimana-mana. Yap, ini dia saat2 mendebarkan. Pesawatnya Landing, aku sempat parnok soalnya seberang aku mau ngidupin hape.
Nanti kan bisa?? Sempat tergelincir pesawatnya, mati la aku di polonia ini. Roda2 pesawat mulai menyentuh landasan dan aku sedikit tersontak kayak loncat2. Bersamaan dengan itu samping awag nelpon bilangkan dia udah nyampe. Heboh kali sikawan ini. Ck!Padahal pesawatnya masih dalam keadaan mengerem-ngerem. Aku terus berdoa dalam hati. Semoga selamat sampai pesawatnya benar-benar berhenti.

Semua orang terlihat sibuk nempelin hape ketelinganya. Karana aku gak ada yang jemput ngapain buru2 nelpon. Semua berdiri ngambil bagasi diatas kepala dan beberapa saat pintu keluar pun dibuka.

Kuhirup dalam2 udara luar dan aku bilang dalam hati. Medan!! Aku dah nyampe!
Lega rasanya ,sambil jalan kepintu kedatangan aku nelpon mama bilang kalo aku dah nyampe. Kata Mama “kok lama kali”. “Iya tadi pesawatnya datangnya lama..” “Bisa kn pulang sendiri?” “Bisa”
Orang-orang pada ngantri bagasi, aku pulang.. hahaha.. Wong barang bawak-an ku Cuma dikit. Aku liat jam udah pukul 20.20

Aku jalan kaki ke Jalan Juanda dan nunggu angkot.
Senaaaaangggg kali rasasnya bisa naek angkot lagi, merasakan sesaknya Medan, macet, haha...

Sampe dirumah saya dapat peluk cium. Wkwkwkwkwk..

Ok dehhh, sekian pengalaman saya,
semoga kalian yang mau naik pesawat bisa dapat gambaran bagaimana rasanya.
See U..
J

0 comments:

Post a Comment